01 Juli 2009

Sekilas Tentang PLTA Besai

PLTA Besai dibangun untuk membangkitkan daya output maksimum sebesar 90,4 MW dengan memanfaatkan tinggi terjun air dari sungai Besai. PLTA Besai merupakan pembangkit dengan tipe run off river dimana pengoperasiannya adalah dengan memotong aliran air sungai dan ditampung pada reservoir, kemudian air dibelokkan ke power house melalui tunnel dan penstock. Tergantung dari kontinuitas persediaan air, pada umumnya PLTA dioperasikan untuk memikul beban puncak sistem kelistrikan ataupun membantu memikul beban dasar kelistrikan.

Prinsip dasar pengoperasian PLTA pada dasarnya sama yaitu air yang mengalir dalam pipa, energi potensialnya berangsur-angsur berubah menjadi energi kinetik ketika melewati penstock. Selanjutnya di dalam turbin, energi kinetik berubah menjadi energi mekanis berupa putaran pada poros turbin yang dikopel dengan generator dan akan menghasilkan energi listrik melalui proses induksi pada kumparan stator oleh perputaran rotor yang mengalir arus. Pengaturan besar kecilnya bukaan guide vanes sesuai dengan hasil perbandingan antara daya generator dan parameter set point yang telah ditentukan.

Pada Besai Power Station terdiri dari dua unit hydraulic turbine dan generator yang terpasang di dalam power house. Masing-masing generator dihubungkan dengan main transformer 11/150 kV untuk menaikkan tegangan generator menjadi 150 kV sesuai tegangan sistem.


24 Juni 2009

SISTEM KONTROL DAN MONITORING BESAI

Perubahan mendasar pada proyek ini adalah mengganti sistem kontrol yang lama dengan yang baru. Sistem kontrol terdahulu memakai produk PLC dan MMI SAT control. Sistem kontrol setelah recovery menggunakan produck Schneider – TSX Quantum PLC dan Citect HMI. Pengukuran besaran elektrikal menggunakan Bitronics. Sedangkan display Mimic board menggunakan 41/2 digit programmable display dengan input 4 – 20 mA. Hubungan antara PLC, dan Bitronics menggunakan Modbus plus protocol dengan kecepatan 1 Mbit/detik. Sedangkan PLC ke PC HMI – Citect menggunakan TCP/IP protocol dengan kecepatan 100 Mbit/detik.

Water level monitoring menggunakan RTU ScadaPack dari ControlMicrosystem. Modem yang digunakan adalah jenis Bell 202. Kombinasi RTU dan Bell modem ini mempunyai sistem komunikasi yang sangat flexibel sehingga dapat menggunakan 3 jenis komunikasi yaitu dengan lease line, dial up, direct, atau radio.

Konsep dari sistem kontrol yang lama maupun yang baru adalah sama yaitu untuk melakukan fungsi kontrol dan monitoring Unit, Common, dan Mimic. Jenis modul input/output menggunakan jenis yang sama dan susunan modulnya juga dibuat sama sehingga letak hardware dan kabel tidak banyak berubah. CPU Tsx Quantum – PLC menggunakan 24 bit data address register, sedangkan yang lama menggunakan maximum 16 bit. Kecepatan CPU yang sekarang juga lebih tinggi sehingga dapat melakukan proses jauh lebih cepat.

Programming PLC dapat dilakukan dengan 2 macam software yaitu Concept, dan ProWork. Software yang dipakai untuk PLTA Besai adalah ProWork dengan menggunakan Ladder Editor dan Windows OS. Jika memakai Concept maka user dapat menggunakan Function Block, SFC, Ladder, Boolean, dan Statement list editor. Programming dapat dilakukan melalui 3 programming port yaitu ; Modbus port pada CPU, Modbus Plus port pada CPU, dan TCP/IP pada modul NOE. Program juga dapat dilakukan perubahan secara online sehingga mudah untuk modifikasi.

Komunikasi antara HMI dengan PLC melalui suatu komunikasi standard TCP/IP protocol dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari PLC terdahulu. Kecepatannya adalah 100 juta bit/detik dibanding dengan kurang 100 ribu bit/detik. Kabel komukasi dapat memakai kabel utp standard maupun fiber optik. Disebabkan jauh lebih mudah memakai kabel utp maka komunikasi terpasang menggunakan kabel UTP.

Software Citect yang terpasang adalah yang terbaru yaitu Ver 5.4 dan dapat dijalankan dengan operating sistem Wins 95/98/2000/NT/Xp. Jika menggunakan Win 3.x CD – ROM citect juga menyediakan software Ver 3.4.


Penggantian Lampu Jalan